Silahkan Share

lukemia-symptoms-and-treatments-agenfirmax3

Banyak kasus leukemia yang tidak disadari pasien hingga akhirnya terdiagnosa pada stadium akhir. Inilah yang menyebabkan penyakit ini dianggap sangat mematikan. Karena ketika penyakit ini berhasil terdiagnosa, kondisi relatif sudah sangat berat dan hanya memiliki potensi kesembuhan yang rendah.

Sebenarnya, leukemia atau kadang lazim disebut dengan kanker darahsignal ini merupakan kondisi dimana sel-sel pada sum-sum tulang belakang yang memproduksi sel darah putihsignal bekerja di luar mekanisme seharusnya.

Pada mekanisme seharusnya, sel darah putihsignal hanya diproduksi ketika muncul sinyak infeksi atau benda asing yang masuk dalam tubuh. Jumlah diproduksi terbatas sebagai bagian sistem daya tahan tubuh. Namun aktivitas abnormal sel sum-sum tulang belakang membuat produksi sel darah putih menjadi berlebihan.

Sel darah putih dalam jumlah berlebihan akan menyebabkan sifatnya menjadi ganas. Bila sebelumnya berfungsi untuk mengatasi serangan infeksi, maka kini sel darah putih juga akan menyerang sel darah merah dan trombosit. Tubuh akan menampakan sejumlah gejala yang menandakan tubuh kekurangan sel darah merah dan trombosit. Seperti sejumlah gejala penyakit leukemia berikut ini.

  • Efek cepat lelah, lesu dan lemas

    Penderita leukemia akan menampakan tanda serupa dengan anemia akut. Ini karena penderita mengalami penurunan kadar sel darah merah secara signifikan, hingga penderita mengalami kesulitan menyalurkan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

    Sebagaimana Anda ketahui, sel darah merah bekerja menghantarkan oksigen menuju seluruh sel tubuh. Penurunan kadar sel darah merah yang signifikan menyebabkan tubuh kekurangan asupan oksigen dan nutrisi yang seharusnya dihantarkan oleh darah.

    Tubuh yang kekurangan asupan oksigen akan menunjukan tanda seperti cepat merasa lesu, kepala yang mudah pening, mudah lemas dan lelah. Nafas juga kadang tersengal seolah baru saja melakukan aktivitas fisik berat, otot kerap merasa pegal berlebihan dan lain sebagainya. Anda patut pula curiga pada mereka yang demikian rentan kehilangan kesadaran ketika menjalankan aktivitas hariannya.

  • Mudah mengalami perdarahan

    Sel darah putih pada penderita penyaki leukemia akan bersifat ganas dengan menyerang dan merusak sel darah merah serta trombosit, yakni sel darah yang bertanggung jawab dalam melakukan proses pembekuan darah. Karena trombosit dalam tubuh berkurang dalam jumlah besar, tubuh menjadi kesulitan melakukan pembekuan darah.

    Pada dasarnya acapkali tubuh mengalami perdarahan mikro yang dengan segera diatasi oleh trombosit dalam darah. Ini biasa terjadi di saat Anda beraktivitas biasa. Namun karena agen pembekuan darah dalam tubuh Anda berkurang drastis, maka perdarahan mikro ini tidak bisa diatasi.

    Tubuh akan lebih mudah mengalami perdarahan ditandai dengan bintik-bintik merah di bawah kulit dan kerapnya pasien mengalami lebam tanpa sebab. Ini karea perdarahan mikro yang seharusnya segera diatasi dan justru memburuk. Segera waspada acapkali Anda menemukan munculnya lebam atau bintik-bintik merah di beberapa area tubuh Anda tanpa bisa Anda kenali penyebabnya, seperti Anda tidak mengalami benturan atau tekanan.

  • Mudah mengalami demam, nyeri sendi, mual, dan sakit kepala

    Ada banyak penyebab yang membuat penderita leukemia juga mengalami sejumlah keluhan seperti mudah demam, nyeri sendi, mual dan sakit kepala. Ini berkaitan dengan perubahan fungsi sel darah putih yang mengganas dan menyerang sejumlah bagian tubuh.

    Pasien biasanya mudah demam sebagai reaksi alami tubuh akibat sistem daya tahan tubuh mereka yang kacau. Sel darah putih secara alami seharusnya bekerja sebagai bagian dari imunitas, sekaligus menjadi salah satu faktor yang menjadi sinyal bagi tubuh mengenai keberadaan infeksi. Sel darah putih yang berlebihan kerap kali memberi efek sinyal palsu bagi tubuh seakan terus menerus terjadi infeksi.

    Selain itu, karena kekurangan asupan oksigen, sejumlah penurunan kondisi tubuh terjadi seperti sakit kepala, nyeri sendi, mual, kembung dan lain sebagainya. Ini masih berkaitan dengan kondisi anemia akut yang dialami pasien.

    Tidak hanya karena efek anemia akut, Anda bisa mengenali pula gejala penyakit leukemia ketika pasien mulai terlalu sering mengeluhkan nyeri sendi dan tulang, rasa pegal-pegal dan linu pada tulang. Bilamana setelah melakukan check up tidak ditemukan adanya kadar asam uratsignal tinggi, ada baiknya dilakukan pengecekan.

    Sejumlah pasien leukemia menunjukan gejala nyeri sendi akibat munculnya tumpukan sel darah putih pada tulang dan sendi mereka. Biasanya juga nyeri ini berpusat pada area tulang belakang sekitar leher.

  • Pembengkakan kelenjar limfa

    Sel darah putih memang mengalir dalam tubuh melalui jaringan limfa, yang merupakan bagian dari sistem daya tahan tubuh. Itu sebabnya ketika kadar sel darah putih tinggi, maka terjadi penumpukan sel darah putih pada kelenjar limfa dan akhinya kelenjar limfa berikut dengan jaringan dan salurannya akan membengkak.

    Lokasi kelenjar limfa berada di sekitar ketiak, leher, dada, pangkal paha dan beberapa lokasi lain. Anda bisa meraba sejumlah lokasi ini untuk memastikan ukurannya tidak terlalu menonjol. Biasanya pembengkakan disertai rasa nyeri dan linu.

  • Sensitif terhadap infeksi

    Pada penderita leukemia, aktivitas sel darah putih berubah menjadi abnormal. Fungsi awalanya sebagai sistem pertahanan tubuh dalam melawan serangan dan inkubasi virus, bakteri dan mikroba lain, justru berbalik menjadi ganas. Sel darah putih mengubah tubuh menjadi autoimun seolah memandang sel darah merah dan sel darah lain sebagai alergen yang harus diserang.

    Anomali tidak normal ini justru menyebabkan tubuh menjadi kehilangan fungsi daya tahan tubuhnya yang normal. Akibatnya sejumlah bakteri dan virus menjadi lebih leluasa menyerang tubuh. Mereka dengan leukemia cenderung akan mudah mengalami infeksi dari skala kecil seperti sariawan hingga peradangan serius dalam tubuh.

  • Penurunan berat badan

    Penderita penyakit leukemia akan mengalami penurunan sejumlah fungsi tubuh, akibat berkurangnya volume darah normal dan tidak seimbangnya komposisi darah. Kondisi ini akhirnya menyebabkan metabolisme tubuh menurun secara drastis dan menyebabkan tubuh justru kehilangan kemampuan dalam menyerap makanan . Inilah sebabnya tubuh menjadi semakin kurus.

  • Sering mengeluh gatal-gatal

    Sejumlah pasien penderita penyakit leukemia juga menunjukan sejumlah gejala gatal-gatal. Ketidak seimbangan komposisi darah dan kesalahan tubuh dalam mengidentifikasi sinyal sel darah putih yang berlebihan ini mendorong tubuh berkali-kali menghasilkan histamin, sejenis senyawa hormonal yang bekerja sebagai sistem perlindungan tubuh terhadap benda asing yang dianggap sebagai alergen atau pembawa alergi.

    Histamin ini memunculkan efek tubuh merasa gatal. Pasien akan kerap merasa kulit yang gatal dengan bentol-bentol kemerahan. Atau justru kerap bersin-bersin dan batuk tanpa sebab.

Gejala penyakit leukemia sendiri sulit teridentifikasi. Kebanyakan gejala penyakit leukemia cenderung samar dan mirip dengan sejumlah keluhan penyakit biasa. Banyak penderita tidak menyadari keberadaan penyakit ini sampai kondisi cukup serius.

Sejumlah keluhan yang menjadi indikasi leukemia memang serupa dengan gejala flu. Itu sebabnya, bila Anda terus menerus menunjukan tanda gejala flu yang terus menerus atau datang dan pergi, maka lebih baik Anda waspada. Bisa jadi yang Anda alami justru gejala penyakit leukemia.

banner-solusi-kesehatanantipenuaan

Silahkan Berikan Pendapat
Silahkan Share